Daun salam (Syzygium polyanthum) dengan kandungan flavonoid sebagai antioksidan berpotensi menghambat kerusakan sel ginjal akibat paparan obat-obatan nefrotoksik seperti gentamisin. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorik untuk mengetahui dampak pemberian ekstrak daun salam pada gambaran histopatologik ginjal tikus Wistar yang diinduksi gentamisin. Subjek penelitian ini adalah 25 ekor tikus Wistar jantan yang terbagi menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol tidak mendapat perlakuan selama 7 hari. P1 diinduksi gentamisin selama 7 hari. P2 diinduksi gentamisin selama 10 hari. P3 diinduksi gentamisin selama 7 hari, lalu diberi ekstrak daun salam selama 7 hari. P4 diinduksi gentamisin selama 10 hari, lalu diberi ekstrak daun salam selama 7 hari. Hasil penelitian didapatkan kelompok kontrol menunjukkan jaringan ginjal normal. P1 menggambarkan degenerasi hidropik yang luas dan perlemakan sel tubulus. P2 menggambarkan nekrosis sel tubulus yang luas dan degenerasi hidropik. P3 menggambarkan degenerasi hidropik yang lebih sedikit dibandingkan P1 disertai adanya atrofi sel tubulus yang luas. P4 tidak terdapat gambaran nekrosis sel tubulus dan terdapat degenerasi hidropik yang lebih sedikit dibandingkan P2 disertai adanya atrofi sel tubulus. Pemberian ekstrak daun salam pada jaringan ginjal tikus Wistar yang diinduksi gentamisin menunjukkan efek perbaikan berupa fokus degenerasi hidropik yang berkurang serta tidak ditemukannya nekrosis sel tubulus dan perlemakan sel.
Copyrights © 2024