p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Bios Logos
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum) terhadap Gambaran Histopatologik Ginjal Tikus Wistar yang Diinduksi Gentamisin Maria Brigita Pacenta Ginting; Carla Felly Kairupan; Meilany Feronika Durry
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v14i2.53919

Abstract

Daun salam (Syzygium polyanthum) dengan kandungan flavonoid sebagai antioksidan berpotensi menghambat kerusakan sel ginjal akibat paparan obat-obatan nefrotoksik seperti gentamisin. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorik untuk mengetahui dampak pemberian ekstrak daun salam pada gambaran histopatologik ginjal tikus Wistar yang diinduksi gentamisin. Subjek penelitian ini adalah 25 ekor tikus Wistar jantan yang terbagi menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol tidak mendapat perlakuan selama 7 hari. P1 diinduksi gentamisin selama 7 hari. P2 diinduksi gentamisin selama 10 hari. P3 diinduksi gentamisin selama 7 hari, lalu diberi ekstrak daun salam selama 7 hari. P4 diinduksi gentamisin selama 10 hari, lalu diberi ekstrak daun salam selama 7 hari. Hasil penelitian didapatkan kelompok kontrol menunjukkan jaringan ginjal normal. P1 menggambarkan degenerasi hidropik yang luas dan perlemakan sel tubulus. P2 menggambarkan nekrosis sel tubulus yang luas dan degenerasi hidropik. P3 menggambarkan degenerasi hidropik yang lebih sedikit dibandingkan P1 disertai adanya atrofi sel tubulus yang luas. P4 tidak terdapat gambaran nekrosis sel tubulus dan terdapat degenerasi hidropik yang lebih sedikit dibandingkan P2 disertai adanya atrofi sel tubulus. Pemberian ekstrak daun salam pada jaringan ginjal tikus Wistar yang diinduksi gentamisin menunjukkan efek perbaikan berupa fokus degenerasi hidropik yang berkurang serta tidak ditemukannya nekrosis sel tubulus dan perlemakan sel.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Leilem (Clerodendrum minahassae) terhadap Gambaran Histopatologik Hepar Tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Obat Parasetamol Dosis Toksik Vania; Meilany Feronika Durry; Carla Felly Kairupan
JURNAL BIOS LOGOS Vol. 14 No. 2 (2024): JURNAL BIOS LOGOS
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jbl.v14i2.53935

Abstract

Daun leilem mengandung senyawa fenol dan flavonoid yang relatif tinggi yang berpotensi terhadap aktivitas antioksidan dalam melindungi hepar dari radikal bebas yang salah satunya dapat diakibatkan oleh penggunaan parasetamol dosis toksik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun leilem terhadap gambaran histopatologik hepar tikus wistar yang diberikan parasetamol dosis toksik. Penelitian eksperimental ini terbagi menjadi 5 kelompok. Kelompok A tidak diberikan perlakuan selama 14 hari. kelompok B, C, D, dan E diberikan parasetamol 270 mg/kgBB pada 14 hari pertama. Kelompok C tidak diberi perlakuan pada 7 hari berikutnya. Kelompok D dan E diberikan ekstrak daun leilem masing-masing 150 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB selama 3 hari berikutnya. Kelompok A menunjukkan gambaran histopatologik hepar tikus normal. Kelompok B menunjukkan nekrosis, degenerasi sel, dan sebukan sel radang. Kelompok C, D, dan E tampak adanya regenerasi sel tetapi masih terdapat juga nekrosis dan degenerasi sel. Serta pada kelompok C masih terdapat sebukan sel radang. Pemberian ekstrak daun leilem mampu membantu proses regenerasi sel hepatosit dan menghambat reaksi inflamasi yang ditandai dengan pengurangan sebukan sel radang, nekrosis, dan degenerasi sel pada hepar tikus wistar yang diberikan parasetamol dosis toksik. Dosis ekstrak daun leilem 150 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB tidak menunjukkan perbedaan yang jelas terkait regenerasi sel hepar.