Daun leilem mengandung senyawa fenol dan flavonoid yang relatif tinggi yang berpotensi terhadap aktivitas antioksidan dalam melindungi hepar dari radikal bebas yang salah satunya dapat diakibatkan oleh penggunaan parasetamol dosis toksik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun leilem terhadap gambaran histopatologik hepar tikus wistar yang diberikan parasetamol dosis toksik. Penelitian eksperimental ini terbagi menjadi 5 kelompok. Kelompok A tidak diberikan perlakuan selama 14 hari. kelompok B, C, D, dan E diberikan parasetamol 270 mg/kgBB pada 14 hari pertama. Kelompok C tidak diberi perlakuan pada 7 hari berikutnya. Kelompok D dan E diberikan ekstrak daun leilem masing-masing 150 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB selama 3 hari berikutnya. Kelompok A menunjukkan gambaran histopatologik hepar tikus normal. Kelompok B menunjukkan nekrosis, degenerasi sel, dan sebukan sel radang. Kelompok C, D, dan E tampak adanya regenerasi sel tetapi masih terdapat juga nekrosis dan degenerasi sel. Serta pada kelompok C masih terdapat sebukan sel radang. Pemberian ekstrak daun leilem mampu membantu proses regenerasi sel hepatosit dan menghambat reaksi inflamasi yang ditandai dengan pengurangan sebukan sel radang, nekrosis, dan degenerasi sel pada hepar tikus wistar yang diberikan parasetamol dosis toksik. Dosis ekstrak daun leilem 150 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB tidak menunjukkan perbedaan yang jelas terkait regenerasi sel hepar.
Copyrights © 2024