Di Indonesia kasus perceraian masih tergolong tinggi. tingginya kasus perceraian ini akan memberikan dampak negatif bagi perkembangan psikologis anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran resiliensi dan faktor yang mempengaruhi kemampuan resliensi pada anak korban perceraian orang tua. Teori yang digunakan untuk menganalisis yaitu teori structural fungsionalisme Talcott Parson. Metode yang digunakan alam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan informan penelitian ini menggunakan teknik purposive dengan jumlah informan 21 orang dengan kriteria yaitu anak yang masih duduk dibangku sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Analisis data digunakan yaitu analisis data model Miles Huberman. Hasil penelitian menemukan gambaran resiliensi anak korban perceraian di nagari yaitu anak mampu memposisikan diri sesuai kondisi dan situasi yang dialaminya setelah perceraian orang tuanya, pengendalian diri terhadap tekanan lingkungan, dan efikasi diri. Faktor yang mempengaruhi resiliensi anak yaitu dukungan dari luar diri individu seperti nenek dan paman, kekuatan yang berasal dari diri anak untuk bangkit kembali setelah perceraian orang tua, dan kemampuan anak untuk lebih mandiri serta membantu orang tuanya.
Copyrights © 2025