Perceraian orang tua memberikan dampak emosional dan sosial bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana bentuk-bentuk dari resiliensi sosial mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang pasca perceraian orang tua serta faktor-faktor yang menjadi dukungan proses adaptasi mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara yang mendalam dengan beberapa mahasiswa yang mengalami situasi perceraian orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa mahasiswa mengalami tekanan emosional dan mental pada awalnya, namun secara berkala mampu beradaptasi dan bertahan melalui dukungan lingkungan yang positif ataupun dukungan teman sebaya, serta strategi coping yang berbeda beda seperti mendengarkan musik, tidur, mencari teman, dan refleksi diri. Resiliensi sosial terbentuk melalui penerimaan diri dan dukungan sosial yang berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa lingkungan sosial yang positif berperan penting bagi mahasiswa dalam membantu mereka bangkit dan dapat mempertahankan kesejahteraan emosional pasca perceraian orang tua.
Copyrights © 2025