Konten sindiran halus di TikTok sering terjadi oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi dan menjadi salah satu cara mereka mengekspresikan pengalaman atau pendapat. Fenomena ini menarik untuk dikaji karena berkaitan dengan bagaimana mereka memahami etika komunikasi digital dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menggambarkan cara mahasiswa memaknai etika bermedia ketika membuat dan menyebarkan konten sindiran halus. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang pada November 2025. Informan pada penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah informan delapan mahasiswa yang aktif membuat konten. Hasil wawancara menunjukkan adanya perbedaan cara berpikir antar mahasiswa. Ada yang membuat konten dengan hati-hati karena memikirkan dampaknya bagi orang lain, terutama terkait privasi dan kemungkinan menyinggung pihak tertentu. Ada juga yang membuat konten dengan lebih santai karena menganggapnya sebagai bagian dari ekspresi diri di media sosial. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penerapan etika digital sangat dipengaruhi pengalaman pribadi, kebiasaan menggunakan media, serta hubungan sosial yang dimiliki masing-masing mahasiswa.
Copyrights © 2025