Penelitian ini menganalisis pengalaman remaja perempuan yang hidup dalam kondisi fatherless serta mengevaluasi relevansi Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dalam mengurangi dampak psikologis dan sosial akibat ketidakhadiran ayah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini ditujukan kepada remaja perempuan yang ayahnya mengikuti program GATI di Kota Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatherless memengaruhi konsep diri, regulasi emosi, dan hubungan interpersonal perempuan dewasa awal. Program GATI dinilai relevan karena mampu meningkatkan keterlibatan ayah, memperbaiki pola komunikasi keluarga, dan memberikan edukasi mengenai peran ayah dalam perkembangan psikososial anak. Penelitian ini menarik karena tidak hanya menggambarkan dampak fatherless, tetapi juga menyoroti bagaimana program GATI dapat menjadi jembatan untuk membangun komunikasi yang lebih intim, hangat, dan efektif antara ayah dan anak.
Copyrights © 2025