Design Thinking memiliki peran penting sebagai pendekatan inovasi yang berpusat pada manusia. Pendekatan ini tidak hanya menekankan penciptaan solusi kreatif, tetapi juga mengandung dimensi etika dan filsafat yang menempatkan martabat manusia sebagai inti. Melalui penelusuran literatur dan analisis konseptual, artikel ini menguraikan lima tahapan utama Design Thinking: membangun empati, merumuskan masalah, menghasilkan ide, membuat prototipe, dan melakukan pengujian. Setiap tahapan dikaji dari perspektif filsafat (humanisme, fenomenologi, pragmatisme, dan eksistensialisme) serta etika tanggung jawab. Selain itu, artikel ini menyoroti implikasi Design Thinking dalam manajemen administrasi, khususnya dalam konteks pengambilan keputusan, pelayanan publik, dan pengelolaan organisasi. Dengan demikian, Design Thinking dipahami bukan sekadar metode teknis, melainkan juga refleksi etis-filosofis yang memberi arah bagi manajemen administrasi yang humanis dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025