Pada tahun 2016, hampir semua bangunan yang berada di dalam kawasan Kampung Wisata Jodipan, Malang diubah menjadi kampung warna-warni sehingga mengundang daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Namun dengan beberapa fenomena tersebut, ternyata berdampak pada anak-anak. Salah satunya ruang interaksi sosial dan aktivitas fisik menjadi terbatas dengan fasilitas yang belum memadai, mengingat interaksi sosial pada anak dengan individu lain dan lingkungannya sangat penting untuk pembentukan kematangan di masa depan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan keterkaitan parameter ruang interaksi ramah anak di perkampungan padat penduduk dengan perkembangan psikologis. Metode penelitian melalui pendekatan behavior setting dan penelitian kualitatif. Berikut contoh dari hasil penelitian, seperti menyediakan berbagai variasi permainan sesuai perkembangan usianya, menghadirkan elemen biotik/alam seperti yang ada di lingkungan sekitar serta wajib memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan.
Copyrights © 2024