Penelitian ini mengeksplorasi efektivitas Model Pembelajaran PJOK Berbasis Karakter dan Pencegahan Bullying (MP-PKPB) dalam menurunkan insiden bullying serta meningkatkan kompetensi sosial-emosional siswa di SDN 1 Beraim. Hipotesis penelitian menyatakan bahwa integrasi pembelajaran berbasis permainan kolaboratif, naratif-reflektif, dan dukungan sebaya ke dalam RPP PJOK akan menurunkan frekuensi bullying dan meningkatkan empati, tanggung jawab, serta kerja sama di kalangan siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan 25 informan, terdiri atas 5 guru PJOK, 5 guru kelas/Kepala Sekolah, dan 15 siswa kelas III–V. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara semi-terstruktur, fokus grup, serta dokumentasi foto dan video. Analisis data dilakukan dengan reduksi tematik, penyajian narasi deskriptif eksplisit, dan triangulasi antara hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memastikan keabsahan temuan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa setelah implementasi MP-PKPB, frekuensi insiden bullying verbal dan relasional menurun secara signifikan, ditandai dengan berkurangnya laporan insiden harian dari area lapangan olahraga dan ruang istirahat. Deskripsi temuan juga menunjukkan peningkatan kesadaran siswa terhadap dampak perilaku bullying, perbaikan interaksi antarpeserta didik, serta penguatan nilai empati dan tanggung jawab dalam kegiatan jasmani. Guru melaporkan kemudahan dalam memfasilitasi refleksi nilai dan menerapkan strategi persuasif-reflektif ketika konflik muncul. Temuan ini mendukung hipotesis bahwa MP-PKPB efektif sebagai kerangka kerja praktis untuk pencegahan bullying dan pembentukan karakter. Implementasi model ini dapat menciptakan iklim sekolah yang lebih inklusif dan aman serta membentuk siswa yang kompeten secara fisik dan matang secara sosial-emosional.
Copyrights © 2025