Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam memperkuat resiliensi psikologis siswa broken home di SD Negeri 1 Wonokromo. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya pembinaan aspek spiritual dan emosional siswa yang mengalami tekanan akibat kondisi keluarga yang tidak utuh. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing spiritual dan emosional yang menggunakan pendekatan naratif, kegiatan religius, serta interaksi personal untuk menanamkan nilai-nilai seperti sabar, syukur, dan tawakal. Peran tersebut terbukti memperkuat ketahanan mental siswa dalam menghadapi tekanan hidup. Faktor pendukung meliputi lingkungan sekolah yang religius dan kerja sama antarguru, sedangkan faktor penghambat meliputi kurangnya keterlibatan orang tua dan keterbatasan waktu guru. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya pelatihan guru dalam pendekatan psikologis religius serta perlunya kolaborasi antara sekolah dan keluarga untuk mendukung pembentukan karakter dan ketahanan jiwa siswa secara menyeluruh.
Copyrights © 2025