Siswa diminta untuk mengevaluasi kemajuan mereka sendiri, tingkat penguasaan, dan posisi saat ini sehubungan dengan keterampilan yang telah mereka pelajari melalui penggunaan Self Assessment. Penelitian ini berusaha untuk menemukan sejauh mana siswa kelas X MAN 1 di Kota Semarang telah menggunakan pendekatan berbasis Self Assessment untuk belajar bahasa Arab dan untuk mengidentifikasi faktor -faktor yang telah membantu dan menghambat adopsi model ini. Hasil penelitian ini akan berguna dalam menentukan apakah model Self Assessment merupakan alat yang efektif untuk meningkatkan motivasi siswa untuk belajar bahasa Arab. Peneliti menggunakan metodologi studi kasus untuk melakukan penelitian lapangan sebagai metode penelitian kualitatif. Minat siswa untuk bersaing untuk meningkatkan keterampilan bahasa Arab mereka mungkin dipicu oleh evaluasi diri ini. Secara keseluruhan, temuan menunjukkan bahwa penilaian diri masih dapat diterapkan dan ditingkatkan, yang sejalan dengan prinsip pembelajaran konstruktivisme.
Copyrights © 2025