Artikel ini bertujuan untuk mengetahui tradisi riyadhah 40 hari 40 hataman yang dilaksanakan oleh para santri di Maqbaroh KH Muntaha Al-Hafidz dan KH Asy’ari Deroduwur, Mojotengah, Wonosobo (Studi tentang metode penjagaan hafalan Al-Qur’an yang efektif). Tradisi ini dikenal sebagai matangpuluh, yaitu mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 30 juz setiap hari selama 40 hari berturut-turut sebagai bentuk ikhtiar spiritual dan metode efektif dalam menjaga hafalan Al-Qur’an. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif, dimana jenis penelitiannya bersifat deskriptif lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun Teknik analisis yang digunakan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi 40 hari 40 hataman (matangpuluh) terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur'an santri. Santri yang mengikuti riyadhah matangpuluh menunjukkan peningkatan kemampuan dalam muroja'ah (mengulang hafalan), kekuatan daya ingat, keteguhan spiritual, serta membentuk karakter sabar, disiplin, dan taqarrub kepada Allah SWT. Mereka lebih mampu menjaga hafalan Al-Qur'an dalam jangka panjang dibandingkan santri yang tidak mengikuti program tersebut.
Copyrights © 2025