Pencegahan risiko kerja merupakan upaya sistematis untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko lingkungan kerja guna menghilangkan atau mengurangi dampak kecelakaan serta penyakit akibat kerja sesuai prinsip ISO 45001. Implementasi K3 yang efektif tidak hanya menciptakan rasa aman bagi pekerja tetapi juga mengurangi kecelakaan kerja dan meningkatkan produktivitas pekerjaan. Kausalitas insiden di apron kompleks dan tidak pasti, melibatkan berbagai faktor seperti personel, peralatan, lingkungan, dan manajemen. Selain itu, operasi apron sangat kompleks dan sulit dikoordinasikan, sehingga manajemen risiko menjadi tantangan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mengendalikan risiko K3 di Apron Bandar Udara Betoambari berdasarkan ISO 45001:2018. Berdasarkan hasil penelitian teridentifikasi enam potensi bahaya utama, yaitu kebisingan, cuaca ekstrem, paparan bahan kimia, aktivitas perawatan pesawat, kelelahan kerja, dan risiko ergonomi. Penilaian risiko menggunakan metode HIRARC terhadap 21 variabel risiko menunjukkan bahwa dua risiko berada pada kategori ekstrem, sepuluh risiko tinggi, enam risiko sedang, dan tiga risiko rendah. Pengendalian risiko K3 dilakukan berdasarkan hirarki ISO 45001:2018 melalui pengendalian teknis, administratif, dan penggunaan APD, serta didukung peluang perbaikan berkelanjutan berupa peningkatan pelatihan personel, penerapan sistem pelaporan digital, dan penyediaan fasilitas kerja yang lebih memadai.
Copyrights © 2025