REKAYASA DAN INOVASI TEKNIK SIPIL
Vol 4 No 1 (2019)

Analisis Infiltrasi Di Saluran Primer Daerah Irigasi Boro Kabupaten Purworejo, Propinsi Jawa Tengah

Achmad Rafi'ud Darajat, Fatchan Nurrochmad, Rachmad Jayadi (Program Pascasarjana, Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta,)



Article Info

Publish Date
12 Mar 2019

Abstract

Saluran Primer Boro merupakan infrastruktur pengairan Daerah Irigasi (DI) Boro yang berfungsi mengalirkan air dari bendung Boro menuju petak sawah. Problematika yang terjadi di DI ini adalah penyaluran air irigasidari hulu tidak bisa optimal sampaike hilir. Pengamatan dan pengukuran secara langsung di lapangan diperlukan untuk mengetahui besar kehilangan air di saluran akibat laju infiltrasi. Pada penelitian ini, pengukuran laju infiltrasi dilakukan secara langsung di dasar saluran menggunakan double ring infiltrometerdi tiga lokasi pengukuran yaitu di bagian hulu (SPHu), tengah (SPT), dan hilir (SPHi). Pengolahan data laju infitrasi menggunakan metode Horton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju infiltrasi di SPHi adalah 0,144mm/jam, di SPT adalah 0,177 mm/jam, dan di SPHi adalah 0,335 dengan rata-rata rata-rata laju infiltrasi 0,219 mm/jam atau5,256 mm/hr. Nilai infiltrasi tersebut dapat dikategorikan dalam infiltrasi yang agak/cukup lambat.Saluran Primer Boro merupakan infrastruktur pengairan Daerah Irigasi (DI) Boro yang berfungsi mengalirkan air dari bendung Boro menuju petak sawah. Problematika yang terjadi di DI ini adalah penyaluran air irigasidari hulu tidak bisa optimal sampaike hilir. Pengamatan dan pengukuran secara langsung di lapangan diperlukan untuk mengetahui besar kehilangan air di saluran akibat laju infiltrasi. Pada penelitian ini, pengukuran laju infiltrasi dilakukan secara langsung di dasar saluran menggunakan double ring infiltrometerdi tiga lokasi pengukuran yaitu di bagian hulu (SPHu), tengah (SPT), dan hilir (SPHi). Pengolahan data laju infitrasi menggunakan metode Horton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju infiltrasi di SPHi adalah 0,144mm/jam, di SPT adalah 0,177 mm/jam, dan di SPHi adalah 0,335 dengan rata-rata rata-rata laju infiltrasi 0,219 mm/jam atau5,256 mm/hr. Nilai infiltrasi tersebut dapat dikategorikan dalam infiltrasi yang agak/cukup lambat.Saluran Primer Boro merupakan infrastruktur pengairan Daerah Irigasi (DI) Boro yang berfungsi mengalirkan air dari bendung Boro menuju petak sawah. Problematika yang terjadi di DI ini adalah penyaluran air irigasidari hulu tidak bisa optimal sampaike hilir. Pengamatan dan pengukuran secara langsung di lapangan diperlukan untuk mengetahui besar kehilangan air di saluran akibat laju infiltrasi. Pada penelitian ini, pengukuran laju infiltrasi dilakukan secara langsung di dasar saluran menggunakan double ring infiltrometerdi tiga lokasi pengukuran yaitu di bagian hulu (SPHu), tengah (SPT), dan hilir (SPHi). Pengolahan data laju infitrasi menggunakan metode Horton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju infiltrasi di SPHi adalah 0,144mm/jam, di SPT adalah 0,177 mm/jam, dan di SPHi adalah 0,335 dengan rata-rata rata-rata laju infiltrasi 0,219 mm/jam atau5,256 mm/hr. Nilai infiltrasi tersebut dapat dikategorikan dalam infiltrasi yang agak/cukup lambat.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

renovasi

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture Environmental Science Transportation

Description

RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is a national journal published by the Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Jurnal RENOVASI : Rekayasa Dan Inovasi Teknik Sipil is published twice a year, in April and October, and consists of ...