Pemenuhan kebutuhan air dalam daerah pertanian sangat tergantung pada manajemen operasi pintu pengambilan yang dilakukan oleh juru pintu bendung. Antisipasi perubahan kebutuhan air pada sawah pada tiap perubahan iklim dan masa pertumbuhan tanaman, dapat menimbulkan masalah kekurangan dan kelebihan kebutuhan air, sehingga untuk mengatasi masalah kekurangan dan kelebihan kebutuhan air pada daerah irigasi, perlu dilakukan analisis pada faktor yang mempengaruhi operasi pintu pengambilan air bendung.Penelitian ini dilakukan di daerah irigasi (DI) Gamping yang mengairi sawah dengan luas 532 Ha, secara geografis terletak di Kabupaten Sleman  dan Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini mengkaji pintu sadap Bendung Gamping pada musim tanam (MT) selama satu tahun (Oktober 2014 sampai September 2015). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantifikasi I dengan faktor (item)  berupa data debit pengambilan, hujan setengah bulanan, hujan mingguan, hujan tiga harian, evaporasi dan periode pertumbuhan tanaman  tahun 2014/2015.Berdasarkan analisi operasi pintu sadap Bendung Gamping selama satu tahun musim tanam (tahun 2010/2011), maka dapat disimpulan bahwa pengoperasian pintu sadap DI Gamping pada periode setengah bulanan dan periode mingguan dinyatakan baik dibanding periode tiga harian yang dinyatakan sedang, hal ini dikarenakan juru pintu bendung lebih memperhatikan hujan yang terjadi pada setengah bulanan kemarin, dan hujan mingguan kemarin dibanding hujan tiga harian kemarin yang kurang mendapat perhatian dari juru pintu bendung.
Copyrights © 2020