Desa Rejosari Kecamatan Tegalrejo Kabupaten Magelang terdapat banyak industri pengerajin besi tempa sehingga banyak warga sekitar yang berprofesi sebagai pande besi yang menghasilkan limbah sisa peleburan besi berupa Limbah Terak Besi.Limbah yang dihasilkan oleh banyaknya pengrajin tempa sehari bisa menghasilkan limbah sebanyak 5 ton yang terbengkalai dan dibuang sembarangan pada sungai dan selokan yang dapat mencemari lingkungan serta merubah fungsi sungai dan selokan sebagai saluran irigasi yang dapat menyebabkan banjir dan kerusakan ekosistem air akibat karat dan limbah bahan kimia yang terkandung pada limbah tersebut yang dapat membahayakan kehidupan masyarakat sekitar dan generasi kehidupan selanjutnya.Kurangnya kesadaran dan perhatian dari masyarakat berkaitan dengan limbah besi tempa tersebut membuat peneliti melakukan penelitian lebih lanjut mengenai limbah tersebut.Tujuan penelitian adalah mengetahui karakteristik dan kelayakan material limbah besi tempa sebagai bahan pengganti agregat halus, serta mengetahui perencanaan campuran mortar (mix design) yang sesuai untuk agregat halus limbah besi tempa sebagai bahan campuran beton. Adapun pemeriksaan agregat halus limbah besi tempa meliputi analisa saringan, berat jenis dan berat volume.Pengujian desak mortar agregat halus limbah besi tempa mendapatkan hasil rata-rata masing-masing sebagai berikut untuk komposisi 1 : 3 sebesar 5,614 N/mm², 1:4 sebesar 1,038 N/mm², 1:5 sebesar 2,955 N/mm², 1:6 sebesar 0,721 N/mm²,1:7 sebesar 0,191 N/mm².
Copyrights © 2020