Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan gempa. Keruntuhan bangunan akibat bencana gempa bumi menelan korban jiwa dalam jumlah yang cukup besar. Kebutuhan akan bangunan tahan gempa merupakan sebuah hal yang harus terpenuhi, khususnya untuk daerah-daerah dengan tingkat kerawanan gempa tinggi seperti di Yogyakarta dan Sumatera. Penelitian ini menganalisis rencana anggaran biaya dan waktu pelaksanaan rumah tahan gempa model Domus dan Risbari. Domus merupakan pengembangan PT. Tatalogam Lestari dalam membuat Rumah Permanen Instant. Disebut Rumah Permanen Instant karena memberikan kemudahan bagi yang memiliki lahan dengan tidak terlalu lama memakan waktu dalam pembangunannya dan irit terhadap pemakaian bahan bangunan. Risbari adalah hasil inovasi PT Cahya Fortuna Sejati yang bekerja sama dengan UGM yang sudah diverifikasi kementrian PUPR seabagai salah satu variasi rumah tahan gempa yang dirilis pada tahun 2018.Hasil Rencana Anggaran Biaya (RAB) Risbari sebesar Rp. 72,097,451 ( Tujuh Puluh Dua Juta Sembilan Puluh Tujuh Ribu Empat Ratus Lima Puluh Satu Rupiah ) dan Hasil Rencana Anggaran Biaya (RAB) Domus sebesar Rp. 63,529,144 (Enam Puluh Tiga Juta Lima Ratus Dua Sembilan Ribu Seratus Empat Puluh Empat Rupiah). Selisih RAB Risbari dan Domus sebesar Rp 8,568,307 (Delapan Juta Lima Ratus Enam Puluh Delapan Ribu Tiga Ratus Tujuh Rupiah) yang dimana Domus tidak menghitung pekerjaan sanitasi. Waktu pelaksanaan Risbari adalah 17 hari kalender sedangkan Domus 15 hari Kalender dengan waktu kerja dalam sehari 12 jam dan dibagi menjadi 3 waktu yaitu : Jam 8 – Jam 12, Jam 13 – Jam 17, Jam 19 – Jam 23.
Copyrights © 2020