Tumpuan sederhana dengan siar muai dan bantalan digunakan pada sebagian besar jembatan I-girder di Indonesia. Alternatif lain dapat digunakan tumpuan menerus yang dikenal dengan jembatan integral. Jembatan integral merupakan jembatan tanpa siar muai dan bantalan. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh hasil perancangan jembatan integral beton pracetak prategang I-girder yang optimal untuk jalan raya serta mengetahui perbedaan gaya dalam pada jembatan integral dan non integral dengan bentang 30 m, 35 m, 45 m dan lebar 8,5 m. Jembatan ditinjau pada tiap tahap konstruksi dan tahap operasional. Program SAP2000 digunakan dalam desain jembatan, sedangkan perhitungan kombinasi pembebanan dengan Excel. Momen ultimit (Mu) positif pada jembatan integral mengalami reduksi 26,09 %, 30,59% dan 33,78% terhadap jembatan non integral pada bentang berturut-turut 30 m; 35 m; dan 40 m. Pada tumpuan jembatan integral penggunaan strand prategang dapat dikurangi sehingga lebih efisien.
Copyrights © 2020