Kayu merupakan bahan atau material yang tersedia di alam, serta memiliki banyak jenis. Setiap jenis kayu memiliki ukuran, kuat, dan mutu kayu yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tegangan tarik acuan kayu lokal dari hasil pengujian kuat tarik berdasarkan SNI 7973:2013.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di laboratorium untuk memperoleh data dari hasil pengujian yang akan diolah. Pengujian meliputi pengujian kadar air dan pengujian kuat tarik sejajar serat sesuai dengan SNI, dimensi benda uji 460 mm x 25 mm x 25 mm. Kayu lokal yang dipakai ada 5 jenis kayu, yaitu kayu Durian, kayu Glugu, kayu Nangka, kayu Mahoni, dan kayu Sengon yang berasal dari Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Benda uji masing-masing berjumlah 5 buah untuk setiap jenis kayu.Hasil pengujian kadar air dari 5 jenis kayu lokal yaitu, kayu Durian = 14,49 %, kayu Glugu = 15,86%, kayu Nangka = 13,29%, kayu Mahoni = 14,60%, dan kayu Sengon = 13,40%. Nilai tegangan tarik maksimum kayu Durian sebesar 84,965 N/mm2, kayu Glugu sebesar 55,039 N/mm2, kayu Mahoni sebesar 62,978 N/mm2, kayu Nangka sebesar 72,798 N/mm2,dan kayu Sengon sebesar 48,749 N/mm2. Mutu kayu untuk kayu Durian = E25, kayu Glugu = E22, kayu Mahoni = E25, kayu Nangka = E25, dan kayu Sengon = E20.
Copyrights © 2020