Transfer gaya prategang pada struktur jembatan dengan kelengkungan horisontal akan mengakibatkan adanya gerakan struktur ke arah horisontal. Pada saat pelaksanaan konstruksi jembatan adanya gerakan horisontal ini diakomodir dengan memberikan ruang gerak pada angkur pot bearing agar tidak terjadi retak pada beton dan atau patah pada angkur tumpuan pada saat transfer gaya prategang. Pengetahuan mengenai arah dan besarnya gerakan horisontal maupun tegangan beton pada saat transfer gaya prategang ini diperlukan untuk menyediakan besaran ruang gerak angkur pot bearing yang diperlukan untuk mengakomodir gerakan horisontal struktur diatasnya.Penelitian ini adalah studi review terhadap jembatan fly overJombor bentang P2-R2 pada masa konstruksi. Salah satu elemen struktur jembatan dimodelkan dengan elemen frame menggunakan software Midas. Penelitian ini dilakukan dengan meninjau tegangan dan displacement struktur pada lengkung horisontal segmen P2-R2 saat pemberian gaya prategang 25%fps, 50%fps, 75%fps dan 100%fps.Analisis struktur secara keseluruhan menyimpulkan bahwa semua tegangan tarik beton yang terjadi pada struktur setelah berakhir proses transfer gaya prategang menimbulkan tegangan tarik yang melampaui batas tegangan tarik ijin. Tegangan tekan yang terjadi setelah transfer gaya prategang tidak melampaui batas ijin. Tegangan tarik terbesar terjadi pada daerah tumpuan sebesar 11,8 MPa yang berpotensi menimbulkan retak pada beton. Tegangan tekan beton terbesar bernilai 9,49 MPa. Deformasi struktur terjadi pada arah sumbu x,y maupun z. Deformasi terbesar terjadi pada arah sumbu-y positif sebesar 2,24 mm dan deformasi arah sumbu-x berarah negatif sebesar 18,99 mm.
Copyrights © 2022