Secara umum struktur perkerasan jalan di Indonesia menggunakan perkerasan kaku (rigid pavement) dan perkerasan lentur (flexible pavement). Salah satu inovasi perkerasan untuk jalan bervolume kecil saat ini adalah pengembangan paving block. Menurut SNI 03-0691-1996, bata beton (paving block ) adalah suatu komposisi bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen portland atau bahan perekat hidrolis sejenisnya, air dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya. Akan tetapi bahan yang digunakan dalam paving block bisa juga divariasikan dengan bahan lain. Di kabupaten Magelang terdapat industri pengrajin besi tempa dimana setiap harinya menghasilkan berton- ton limbah yang tentu saja mengganggu kesehatan lingkungan sekitar. Hal ini menjadi inovasi peneliti untuk memanfaatkan limbah ini sebagai tambahan dalam agregat halus pada perencanaan campuran paving block. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mutu dari paving block dengan mensubstitusikan beberapa persen agregat halusnya dengan bahan lain. Penelitian dilakukan di laboratorium PT. Aneka Dharma Persada dan juga ditempat percetakan paving block. Jenis pengujian yang dilakukan adalah uji kuat tekan, daya serap air dan berat jenis paving block. Hasil dari pengujian tersebut adalah untuk uji kuat tekan variasi 1 ( 0%) ; 231,132 kg/cm2, variasi 2 (10%) ; 210,738 kg/cm2, variasi 3 (20%) ; 142,758 kg/cm2, dan variasi 4 (30%); 169,95 kg/cm2. Uji daya serap air hasilnya adalah variasi 1 (0%) : 7,48 %, variasi 2(10%) : 5 %, variasi 3(20%) : 7,7 %, dan variasi 4(30%) : 10,11 %. Sedangkan untuk uji berat jenis adalaah variasi 1 (0%) ; 1,87 gr/cm³, variasi 2 (10%) : 1,84 gr/cm³, variasi 3 (20%) : 1,84 gr/cm³, dan variasi 4 (30%) : 1,74 gr/cm³.
Copyrights © 2022