Pengolahan ikan lele (Clarias sp.) baik secara modern maupun tradisional dapat meningkatkan nilai tambah dan memperpanjang masa simpan produk, namun menghasilkan limbah tulang yang berpotensi mencemari lingkungan. Pemanfaatan limbah tulang lele menjadi keripik merupakan inovasi pengolahan limbah untuk menghasilkan camilan bergizi tinggi yang mengandung protein, karbohidrat, dan kalsium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pemanasan terhadap karakteristik kimia keripik tulang lele serta menentukan formulasi terbaik berdasarkan analisis proksimat. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan perlakuan lama pemanasan presto 20, 25, dan 30 menit. Parameter yang diamati meliputi kadar air, abu, lemak, protein, dan karbohidrat. Hasil menunjukkan bahwa lama pemanasan berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Pemanasan 30 menit menghasilkan kadar air 4,51%, abu 6,96%, lemak 47,04%, protein 14,38%, dan karbohidrat 27,11%. Berdasarkan analisis Bayes, perlakuan 30 menit merupakan formulasi terbaik dengan karakteristik kimia paling stabil dan nilai gizi optimal. Pemanfaatan limbah tulang lele sebagai keripik tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga mendukung pengelolaan limbah perikanan secara berkelanjutan
Copyrights © 2025