Penelitian ini mengkaji hubungan antara kesejahteraan psikologis, kesejahteraan sosial, dan sikap pro-lingkungan dalam mempengaruhi perilaku konsumsi pro-lingkungan. Dengan meningkatnya isu lingkungan global, perubahan perilaku konsumsi menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 190 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling, penelitian ini menemukan bahwa kesejahteraan psikologis dan sosial berfungsi sebagai mediator signifikan dalam hubungan antara sikap pro-lingkungan dan perilaku konsumsi. Hasil analisis menunjukkan bahwa individu dengan kesejahteraan psikologis yang tinggi, yang mencakup kepuasan hidup dan kontrol atas kehidupan, cenderung mengambil keputusan konsumsi yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, dukungan sosial dan norma-norma yang ada dalam komunitas juga memperkuat perilaku konsumsi yang mendukung keberlanjutan. Meskipun pengaruh sikap pro-lingkungan terhadap perilaku konsumsi pro-lingkungan lebih kecil dibandingkan dengan pengaruh kesejahteraan psikologis dan sosial, sikap positif terhadap lingkungan tetap berkontribusi dalam mendorong tindakan konsumsi yang lebih bertanggung jawab.
Copyrights © 2024