Inflasi Indonesia yang mencapai 5,51% pada tahun 2022 mendorong perusahaan untuk memiliki keunggulan kompetitif dengan memanfaatkan bahan baku dan aset secara efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh strategi diversifikasi terhadap efisiensi perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data sekunder dari 14 perusahaan makanan dan minuman eksportir di BEI periode 2020–2022, untuk mengukur efisiensi dengan model BCC dan tingkat diversifikasi produk menggunakan indeks entropi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Diversifikasi Terkait berpengaruh negatif secara signifikan terhadap efisiensi perusahaan, dengan koefisien sebesar -23,49 dan nilai p sebesar 0,0303 pada tingkat signifikansi 5%. Sebaliknya, Diversifikasi Tidak Terkait dan Diversifikasi Internasional berpengaruh positif terhadap efisiensi. Keterbatasan penelitian ini yaitu pada ruang lingkup sub-sektor industri, periode waktu yang terbatas, serta tidak mempertimbangkan faktor eksternal lain yang juga dapat memengaruhi efisiensi perusahaan.
Copyrights © 2024