Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik pemerintah daerah dan faktor keuangan terhadap kondisi financial distress pada kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan selama periode 2019–2023. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah derajat desentralisasi, kemandirian keuangan, budgetary solvency ratio, rasio efektivitas, dan rasio efisiensi. Sementara variabel dependen yang digunakan adalah kondisi financial distress. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan regresi data panel menggunakan software EViews 13. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan pemerintah daerah yang telah diaudit oleh BPK RI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, variabel derajat desentralisasi dan budgetary solvency ratio berpengaruh signifikan terhadap financial distress. Namun, variabel kemandirian keuangan, rasio efektivitas, dan rasio efisiensi tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, seluruh variabel independen dalam model berpengaruh signifikan terhadap kondisi financial distress. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah dalam mengidentifikasi indikator awal financial distress serta dalam meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah secara efektif dan efisien.
Copyrights © 2025