Penelitian dilakukan untuk menguji pengaruh green banking, likuiditas, risiko kredit, dan efisiensi biaya operasional terhadap profitabilitas perbankan di Indonesia periode 2020–2024. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dan data sekunder berupa laporan tahunan serta laporan keberlanjutan bank umum konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Terdapat sampel melalui teknik purposive sampling dengan total 27 perusahaan perbankan dan 126 data observasi setelah outlier. Temuan menunjukkan bahwa green banking dan likuiditas tidak berpengaruh terhadap profitabilitas perbankan, sedangkan risiko kredit dan efisiensi biaya operasional berpengaruh negatif terhadap profitabilitas. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan profitabilitas perbankan lebih efektif dicapai melalui pengendalian risiko kredit dan peningkatan efisiensi biaya operasional. Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan indikator green banking berbasis pengungkapan dan periode observasi yang terbatas, sehingga membuka peluang bagi penelitian selanjutnya untuk menggunakan pendekatan pengukuran yang lebih komprehensif.
Copyrights © 2025