Pandangan moral dan hukum seseorang terkait praktik tidak bermoral dalam mengurangi tanggung jawab pajak membentuk sudut pandang mereka terhadap penggelapan pajak. Prevalensi kasus korupsi di sektor perpajakan serta faktan yakni realisasi pendapatan pajak secara rutin kurang dari target menginspirasi riset ini. Tujuan riset ini ialah untuk mengamati bagaimana pandangan mahasiswa terkait penggelapan pajak berubah setelah mereka terpapar berbagai tingkat keahlian pajak, Machiavellianisme, dan sanksi pajak. Riset berikut mempergunakan teknik kuantitatif dan mengumpulkan data primer dari 100 mahasiswa akuntansi di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa mempergunakan kuesioner sampel selektif. Sanksi pajak terbukti berimplikasi positif kepada pandangan terkait penggelapan pajak, berbeda dengan keahlian pajak dan kecenderungan Machiavellian, yang ditemukan tidak memiliki dampak. Temuan riset ini menyoroti pentingnya otoritas pajak mempergunakan penegakan hukuman sebagai prinsip panduan untuk memperkuat hukum demi kepentingan pendidikan. Penggunaan partisipan mahasiswa, yang mungkin tidak punya pemahaman yang kuat tentang sistem hukuman pajak di dunia nyata, merupakan potensi kelemahan riset ini. Otoritas pajak dapat mempergunakan hasil ini untuk memperkuat kebijakan penegakan hukum mereka dan mempergunakannya sebagai alat pembelajaran.
Copyrights © 2025