Pemanfaatan teknologi Augmented Reality (AR) dalam pendidikan kedokteran semakin berkembang sebagai upaya inovatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran anatomi, keterampilan klinis, serta pelatihan prosedur medis kompleks. AR memungkinkan mahasiswa kedokteran untuk memvisualisasikan struktur anatomi tubuh manusia dalam bentuk tiga dimensi, berinteraksi langsung dengan objek virtual, serta berlatih prosedur medis secara aman tanpa risiko membahayakan pasien. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa AR terbukti mampu meningkatkan pemahaman konsep anatomi hingga 30% lebih baik dibandingkan metode konvensional, meningkatkan kepercayaan diri dan ketepatan dalam praktik klinis, serta mempercepat proses pembelajaran prosedur bedah. Meskipun demikian, penerapan AR masih menghadapi tantangan, antara lain biaya perangkat yang tinggi, keterbatasan infrastruktur, serta kesiapan tenaga pendidik dalam mengintegrasikan teknologi ini ke dalam kurikulum. Dengan segala potensi dan keterbatasannya, AR dapat dianggap sebagai inovasi strategis yang berperan penting dalam merevolusi sistem pendidikan kedokteran di era transformasi digital.
Copyrights © 2025