Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di Indonesia, sehingga upaya pencegahan perlu mendapat perhatian serius. Pengetahuan ibu sebagai pengasuh utama berperan penting dalam membentuk perilaku pencegahan, meskipun praktik sehari-hari sering menunjukkan adanya kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan. Penelitian ini bertujuan menggali hubungan pengetahuan ibu tentang ISPA dengan perilaku pencegahan pada balita. Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi digunakan pada 15 ibu balita yang dipilih melalui purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan ibu dengan pengetahuan lebih baik cenderung konsisten menerapkan pencegahan, seperti menjaga kebersihan tangan, memberikan gizi seimbang, dan imunisasi. Namun, keterbatasan ekonomi, kebiasaan merokok keluarga, serta akses layanan kesehatan turut memengaruhi praktik. Peningkatan edukasi perlu disertai intervensi berbasis keluarga dan komunitas agar pencegahan ISPA lebih efektif.
Copyrights © 2025