Pekerja shift rentan mengalami gangguan tidur akibat ketidaksesuaian ritme sirkadian dengan pola kerja, yang berdampak pada kesehatan dan produktivitas. Aktivitas fisik dipandang sebagai strategi nonfarmakologis untuk memperbaiki kualitas tidur, namun kajian kualitatif mengenai pengalaman pekerja shift masih terbatas. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif fenomenologi melalui wawancara mendalam semi-terstruktur pada pekerja shift di sektor rumah sakit, manufaktur, dan perhotelan. Data dianalisis dengan teknik analisis tematik untuk mengeksplorasi persepsi, hambatan, dan strategi yang digunakan. Hasil menunjukkan aktivitas fisik berkontribusi pada peningkatan relaksasi, kualitas tidur yang lebih baik, serta berkurangnya keluhan insomnia. Namun, kelelahan, keterbatasan waktu, dan minimnya fasilitas menjadi kendala utama. Kesimpulannya, aktivitas fisik berdampak positif terhadap kualitas tidur pekerja shift, tetapi dipengaruhi intensitas, waktu pelaksanaan, serta kondisi individu dan lingkungan. Dukungan organisasi dan kebijakan kesehatan kerja diperlukan untuk mendorong konsistensi gaya hidup aktif.
Copyrights © 2025