Kelengkapan data klinis merupakan faktor krusial dalam proses pengajuan klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berdampak pada pendapatan rumah sakit. Penundaan klaim (pending claim), khususnya pada diagnosis umum seperti gagal jantung, sering kali disebabkan oleh ketidaklengkapan data. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kelengkapan data klinis pada klaim JKN untuk diagnosis gagal jantung di RSUD dr. Rehatta, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui analisis dokumen terhadap 33 berkas klaim pasien gagal jantung periode Maret-April 2025. Analisis tersebut, yang mencakup kode diagnosis (ICD-10), kode tindakan (ICD-9 CM), dan informasi penunjang, menunjukkan tingkat ketidaklengkapan berkas sebesar 30,3%. Kekurangan tertinggi teridentifikasi pada pengodean diagnosis sekunder dan tindakan medis. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketidakakuratan pengodean merupakan penyebab utama potensi penundaan klaim, yang berdampak langsung pada stabilitas keuangan rumah sakit. Audit rekam medis secara berkala dan pelatihan berkelanjutan bagi staf koding (coder) direkomendasikan untuk meningkatkan akurasi data dan mengoptimalkan proses klaim.
Copyrights © 2026