Generasi muda Indonesia menghadapi tantangan serius dalam literasi finansial. Data OJK 2022 menunjukkan tingkat inklusi keuangan 85,10%, namun literasinya baru 49,68%. Kondisi ini krusial bagi siswa SMK yang akan segera bekerja dan mengelola penghasilan sendiri. Gaya hidup konsumtif di media sosial serta kemudahan akses produk fintech seperti Buy Now Pay Later (BNPL) dan pinjaman online ilegal meningkatkan risiko finansial mereka. Kurikulum SMK yang masih berfokus pada kompetensi teknis belum memberi ruang cukup untuk edukasi keuangan pribadi, sehingga banyak lulusan belum siap menghadapi tantangan finansial nyata. Untuk menjawab masalah tersebut, program “Pelatihan Perencanaan Keuangan Pribadi bagi Siswa SMK Negeri 1 Kota Serang” dirancang sebagai pelatihan partisipatif yang menekankan perubahan pola pikir dan pembentukan keterampilan praktis. Kegiatan meliputi workshop interaktif mengenai dana darurat, penyusunan anggaran, manajemen utang, serta pengenalan investasi, dilengkapi simulasi studi kasus “mengelola gaji pertama” dan pendampingan pasca-pelatihan. Keberhasilan program diukur secara kuantitatif melalui peningkatan skor pengetahuan (pre-test dan post-test) dan secara kualitatif melalui perubahan sikap finansial siswa menjadi lebih positif dan proaktif. Luaran tambahan meliputi modul pelatihan berkelanjutan, publikasi ilmiah, serta konten video edukatif untuk memperluas dampak peningkatan literasi finansial generasi muda Indonesia. Kata Kunci : Pelatihan Perencanaan, Keuangan, Literasi Finansial
Copyrights © 2025