Limbah kulit bawang merah yang banyak dibuang oleh petani bisa dimanfaatkan kembali menjadi bahan utama pembuatan Pupuk Organik Cair (POC). Hal ini dikarenakan kulit umbi bawang merah berisi senyawa baik yang dapat berperan sebagai Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) ataupun pertumbuhan akar. Ketika masa panen, selama proses penyeleksian bawang merah yang baik dan besar juga dihasilkan limbah berupa kulit dan daun kering yang banyak jumlahnya. Limbah tersebut juga belum dimanfaatkan dan dibuang begitu saja oleh masyarakat karena masih dianggap sampah. Untuk mengatasi masalah ini, tim pengabdi melakukan beberapa tahapan seperti uji skala laboratorium yang dilakukan di laboratorium kimia Universitas Negeri Padang untuk mengetahui zat aktif apa saja yang terkandung dalam POC kulit bawang merah, pemaparan materi oleh narasumber berpengalaman, praktek langsung oleh peserta, monitoring, dan evaluasi yang dilakukan dua kali setelah praktek pembuatan pupuk dan setelah penyemprotan pupuk ke tanaman. Semua tahapan pengabdian ini berlangsung sekitar 8 bulan. Berdasarkan hasil angket yang diberikan kepada mitra, 100% mitra setuju bahwa pelatihan ini bermanfaat dan apabila mereka menggunakan POC maka biaya pembelian pupuk dapat ditekan hingga 50 – 80%. Berdasarkan hasil wawancara langsung, mitra memanfaatkan pupuk yang mereka hasilkan dari kegiatan ini dan menyampaikan bahwa pertumbuhan bawang menunjukkan hasil yang serupa jika dibandingkan dengan ketika mereka menggunakan pupuk komersil. Selain itu, masalah pencemaran lingkungan pascapanen dapat teratasi yang artinya pertanian ramah lingkungan dapat terwujud.
Copyrights © 2025