Salah satu kunci keberhasilan pembelajaran di sekolah dasar adalah siswa memiliki pengalaman menyenangkan belajar di kelas. Namun, kondisi ini tidak terjadi di semua proses pembelajaran. Terkadang sering ditemukan siswa merasa tidak mendapatkan pengalaman apapun. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor internal dari diri siswa maupun faktor eksternal dari lingkungan belajar di kelas. Permasalahan ini dialami juga oleh siswa di sekolah mitra yaitu SDN Dasok 3 Pamekasan. Hasil identifikasi permasalahan menunjukkan bahwa pembelajaran cenderung monoton dan minim penggunaan media, sehingga pengalaman belajar yang diperoleh siswa tidak variatif dan menyenangkan. Kondisi ini diatasi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang berfokus pada pelibatan aktif guru dan siswa dalam pemanfaatan media pembelajaran yang mengandung unsur budaya dan digital. Adapun media yang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran meliputi media TriMaDa (Tiga Macam Budaya), media Utapadu (Ular Tangga Pantai Madura), media Filosofi Pakaian Adat di Madura, media Benda-Benda Cagar Budaya, dan media digital berupa video pembelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Berdasarkan hasil angket respon, siswa dan guru sangat setuju bahwa pemanfaatan media budaya dan digital memberikan pengalaman menyenangkan selama pembelajaran.
Copyrights © 2025