Masalah gizi ganda pada anak usia dini menjadi tantangan serius yang dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. PAUD Nurul Dzikri menghadapi kendala dalam pemantauan tumbuh kembang anak akibat kurangnya pemahaman dan keterampilan guru dalam menggunakan alat bantu digital. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi dan pelatihan penggunaan aplikasi WHO Anthro dan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Metode yang digunakan meliputi edukasi teori, diskusi interaktif, serta simulasi pendampingan penggunaan aplikasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru, dengan skor pemahaman meningkat dari 40% menjadi 90%, serta 72% guru mampu menggunakan WHO Anthro dan 90% mampu menggunakan KPSP secara mandiri. Pendekatan berbasis teknologi efektif dalam meningkatkan kemampuan guru dalam pemantauan tumbuh kembang anak, yang berkontribusi pada pencegahan masalah gizi ganda. Disarankan agar program ini diterapkan secara lebih luas dengan pelatihan berkelanjutan serta integrasi dalam kebijakan pendidikan anak usia dini.
Copyrights © 2025