Dalam bisnis sosial (sociopreneur) pakaian bekas, gudang adalah inti dari lancarnya distribusi dari donasi pakaian bekas sampai pada penjualan pakaian layak pakai. Namun terdapat dua masalah mendasar program sociopreneur “Clothes for Charity” Yayasan Gemilang Indonesia, yaitu gudang pakaian bekas belum dikelola dan diadministrasikan dengan baik serta kurangnya pengetahuan pengelola dalam mengelola gudang pakaian bekas. Metode yang digunakan untuk kedua solusi, yaitu untuk program pendampingan manajemen persediaan gudang. Sementara peningkatan kapasitas dapat dilakukan melalui pelatihan manajemen persediaan untuk pengelola gudang pakaian bekas. Sasaran pengabdian masyarakat adalah pengelola gudang yang merupakan bagian dari pengurus Yayasan Gemilang Indonesia. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa pengetahuan awal pengelola gudang Yayasan Gemilang Indonesia bukan 10%, tetapi lebih tinggi yaitu mendekati 60%. Begitu juga dengan pengetahuan akhir setelah pencapaian bukan hanya mencapai 60%, tetapi mencapai lebih dari 80%. Meskipun pengelola gudang tidak berlatar belakang akuntansi, tetapi praktik kerja di gudang membuat mereka familiar dengan kegiatan akuntansi dan mampu menyerap secara cepat pengetahuan akuntansi yang diberikan.
Copyrights © 2025