Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlawanan tokoh utama terhadap konstruksi peran domestik dalam cerpen “Rambut yang Tak Pernah Sampai ke Pinggang” karya Gladio melalui perspektif feminisme liberal. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan kritik sastra feminis. Data dikumpulkan melalui teknik baca-catat dan dianalisis menggunakan analisis isi terhadap unit naratif dekonstruksi peran gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rambut dalam teks berfungsi sebagai instrumen kontrol patriarki untuk menstandardisasi feminitas. Temuan konkret memperlihatkan bahwa tindakan tokoh utama yang konsisten memotong rambutnya merupakan bentuk penolakan fisik terhadap standarisasi tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tokoh utama secara sadar menolak domestikasi peran gender dan menegaskan kedaulatan atas tubuhnya sebagai bentuk perlawanan terhadap ekspektasi sosial. Sastra dalam hal ini terbukti menjadi media efektif untuk menggugat pembakuan peran gender dalam masyarakat.
Copyrights © 2026