Masa nifas merupakan periode berisiko tinggi bagi ibu dan bayi, dengan 52% kematian ibu terjadi pada fase ini. Sebagian besar kasus tersebut dapat dicegah jika ibu memiliki pengetahuan tentang tanda bahaya masa nifas. Namun, rendahnya literasi kesehatan dan kurangnya metode edukasi yang standar menjadi kendala. Penelitian ini membandingkan efektivitas tiga metode edukasi—video, leaflet, dan edukasi verbal rutin—terhadap peningkatan pengetahuan ibu. Uji klinis acak dilakukan terhadap 80 ibu pasca persalinan di RS Arifin Achmad, Riau. Hasil menunjukkan bahwa edukasi video memberikan peningkatan pengetahuan yang paling signifikan (p < 0,001). Dengan demikian, video merupakan media edukasi yang lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu terhadap tanda bahaya masa nifas.
Copyrights © 2025