Penelitian ini mengevaluasi kelayakan teknis, lingkungan, dan finansial dari integrasi sistem panel surya dan penyimpanan baterai (PV–BESS) pada sebuah workshop manufaktur di Indonesia. Metode penelitian menggabungkan tiga pendekatan: Life Cycle Assessment (LCA) untuk mengukur emisi karbon sebelum pemasangan PV; Linear Programming (LP) untuk optimasi konfigurasi panel sesuai batasan luas atap; dan pemodelan sistem dinamis selama 13 tahun. Hasil LCA menunjukkan bahwa konsumsi listrik PLN menghasilkan sekitar 45,7?ton CO?e per tahun, setara emisi dari 18,4 orang, menegaskan intensitas karbon yang tinggi. Optimasi LP merekomendasikan pemasangan 90 panel 580?W, menghasilkan 5.622,6?kWh per bulan dan hanya memanfaatkan 55,9?% luas atap 416?m². Simulasi dinamis menunjukkan sistem PV–BESS dapat memenuhi hingga 99,98?% kebutuhan energi dan menghindari 99,99?% emisi pada skenario optimis, serta tetap stabil pada kondisi pesimis. Analisis finansial memperlihatkan bahwa sistem mencapai titik impas (BEP) pada tahun ke?11, menegaskan kelayakan ekonomi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi PV–BESS efektif dalam mengurangi emisi karbon, meningkatkan ketahanan energi, serta memberikan keuntungan finansial berkelanjutan. Metodologi gabungan ini menjadi kerangka kerja andal untuk studi kelayakan energi terbarukan di sektor industri. Rekomendasi mencakup perluasan kapasitas ke fasilitas industri lainnya dan penyusunan insentif kebijakan untuk mempercepat adopsi energi bersih di Indonesia.
Copyrights © 2025