Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dengan lebih dari 374 juta kasus baru setiap tahunnya. Di antara IMS, infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) menjadi salah satu yang paling signifikan, dengan 38 juta orang terinfeksi di seluruh dunia pada tahun 2022. Di Kabupaten Magetan, kasus HIV meningkat dari 44 menjadi 102 dalam satu tahun. Koinfeksi HIV dengan Treponema pallidum penyebab sifilis dapat memperburuk kesehatan dan meningkatkan viral load. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya insidensi koinfeksi Treponema pallidum terhadap pemeriksaan viral load penderita Human Immunodeficiency Virus menggunakan Metode RPR (Rapid Plasma Reagin) sifilis. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan studi kohort dan metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian terdiri dari 36 penderita HIV dengan data nilai viral load yang diperoleh dari data rekam medis Puskesmas Maospati, Kabupaten Magetan. Dari 36 sampel yang diperiksa, terdapat 3 (8%) penderita HIV yang terinfeksi sifilis. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dengan korelasi sedang antara koinfeksi Treponema pallidum terhadap hasil pemeriksaan viral load penderita Human Immunodeficiency Virus di Puskesmas Maospati dengan nilai Sig. (2-tailed) yaitu 0,014 yang berarti nilai P < 0,05. Berlandaskan dengan temuan dari analisis tentang insidensi koinfeksi Treponema pallidum terhadap pemeriksaan viral load penderita Human Immunodeficiency Virus di Puskesmas Maospati Kabupaten Magetan, dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif antara koinfeksi Treponema pallidum terhadap hasil pemeriksaan viral load penderita Human Immunodeficiency Virus di Puskesmas Maospati.
Copyrights © 2025