Penelitian ini membahas arsitektur lanskap Kompleks Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, sebagai bentuk warisan budaya yang mencerminkan hubungan antara struktur ruang, nilai spiritual, dan dinamika sosial masyarakat. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini menggunakan observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan interpretatif berdasarkan model Miles dan Huberman serta teori Cultural Risk Management dan prinsip konservasi lanskap dari Hamid Shirvani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompleks ini tidak hanya memiliki nilai historis dan arsitektural, tetapi juga mengandung makna simbolik dan kosmologis yang signifikan. Namun, peningkatan aktivitas pariwisata dan pembangunan modern tanpa pertimbangan nilai budaya telah mengakibatkan terjadinya degradasi fungsi sakral dan kerusakan struktur spasial. Penelitian ini merekomendasikan konservasi lanskap yang integratif dan berbasis partisipasi masyarakat, dengan penguatan regulasi visual, pelibatan komunitas lokal, serta pengembangan interpretasi budaya berbasis teknologi. Studi ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengelolaan lanskap cagar budaya di Indonesia.
Copyrights © 2025