Isu perubahan iklim mendorong sektor industri, termasuk perusahaan manufaktur alat medis seperti PT X di Kabupaten Bekasi, untuk menerapkan strategi dekarbonisasi guna mencapai target Net Zero Emissions (NZE) 2050. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) yang telah dilakukan PT X, mengidentifikasi faktor perbaikan yang diperlukan, serta menentukan prioritas strategi mitigasi berdasarkan pendekatan Science Based Targets initiative (SBTi) near-term target. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi inventarisasi emisi GRK (scope 1, 2, dan 3), analisis Business as Usual (BaU) dengan aktual, dan penentuan strategi mitigasi dengan pendekatan Marginal Abatement Cost Curve (MACC) dan Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT X berhasil menurunkan emisi sebesar 440 tCO?e dari kondisi BaU, namun belum memenuhi target roadmap SBTi tahun 2024 dengan selisih sebesar 56 tCO?e. Strategi mitigasi prioritas yang disusun melalui AHP menunjukkan bahwa penggunaan Renewable Energy Certificate (REC) (47,3%) dan penambahan kapasitas Photovoltaic (PV) (42%) merupakan dua opsi paling efektif dibandingkan penggantian refrigerant dan kendaraan operasional (10,7%). Dengan nilai Consistency Ratio (CR) rata-rata sebesar 0,0504, hasil AHP dinyatakan valid secara metodologis. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan roadmap dekarbonisasi PT X dan memperkaya literatur terkait strategi NZE berbasis bukti ilmiah di sektor industri manufaktur.
Copyrights © 2025