Penelitian ini mengkaji strategi manajemen Sanggar Tari Juju di Gunungpati, Semarang, dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelestarian seni tari tradisional di era modernisasi dan digitalisasi. Seni tari tradisional menghadapi tantangan besar karena pergeseran minat ke hiburan digital dan konten global, yang mengancam keberlanjutan warisan budaya ini. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini berfokus pada dinamika internal Sanggar Tari Juju serta interaksinya dengan masyarakat Desa Kandri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan Ketua Sanggar Tari Juju, Ibu Jumarni, sebagai informan kunci. Analisis data dilakukan dengan model alir Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Tari Juju menerapkan manajemen komprehensif meliputi perencanaan program kelas yang menarik, pengorganisasian sumber daya manusia yang efektif, pelaksanaan jadwal pertemuan rutin dan pemanfaatan platform digital untuk promosi, serta pengawasan berkala melalui ujian dan evaluasi. Strategi ini penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dan menjaga kelestarian seni tari tradisional.
Copyrights © 2025