Industri sawit dan batu bara merupakan penggerak utama perekonomian Kalimantan Timur, namun sekaligus menjadi penyumbang signifikan polusi dan limbah yang mengancam keberlanjutan lingkungan. Penerapan circular economy (CE) dipandang sebagai solusi strategis untuk menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan ekologi, meskipun kajian tentang penerapannya di sektor ekstraktif Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi CE dalam pengelolaan industri sawit dan batu bara dengan menekankan keterkaitannya terhadap kebijakan daerah serta target nasional Net Zero Emission 2060. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor sawit memiliki peluang penerapan CE melalui pemanfaatan limbah padat (tandan kosong, cangkang) dan limbah cair (POME) sebagai energi terbarukan. Sementara itu, sektor batu bara dapat mengintegrasikan CE melalui reklamasi lahan pascatambang untuk kegiatan agroforestri, perikanan, dan ekowisata berbasis masyarakat. Kesimpulannya, strategi CE di Kalimantan Timur menuntut sinergi kebijakan daerah, insentif ekonomi, serta kolaborasi multiaktor guna mendorong transformasi berkelanjutan di sektor ekstraktif.
Copyrights © 2025