Penelitian ini menganalisis peran komunikasi internal dalam mengelola krisis perusahaan melalui studi kasus PT Tupperware yang mengalami kebangkrutan. Komunikasi internal yang efektif ditemukan sebagai elemen penting untuk mempertahankan kepercayaan karyawan, mengurangi tingkat kecemasan, dan meningkatkan transparansi dalam menghadapi krisis. Dengan menerapkan Teori Komunikasi Dua Arah Simetris, perusahaan dapat membangun hubungan yang saling menguntungkan antara manajemen dan karyawan, yang berfungsi meredakan ketidakpastian dan mempercepat proses pemulihan. Penelitian ini juga menyoroti tantangan dalam mengelola komunikasi di lingkungan kerja yang memiliki keberagaman generasi, yang membutuhkan pendekatan yang fleksibel dan inklusif. Temuan dari studi kasus ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang tepat, cepat, dan jelas sangat vital dalam menangani krisis, memperbaiki citra perusahaan, dan mengembalikan kepercayaan publik. Hasil penelitian ini memberi kontribusi penting bagi perusahaan dalam merespons krisis dan mengelola komunikasi internal yang lebih efisien untuk memperkuat ketahanan serta keberlanjutan perusahaan.
Copyrights © 2025