Penelitian ini menginvestigasi keberhasilan strategi pertahanan maritim asimetris Ukraina dalam menghadapi kekuatan superior Angkatan Laut Rusia di Laut Hitam selama invasi 2022. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan studi literatur, jurnal ini menganalisis bagaimana Ukraina, yang memiliki angkatan laut konvensional terbatas, secara efektif menantang dominasi Rusia melalui penggunaan teknologi drone laut Unmanned Surface Vessels (USV) dan rudal anti kapal. Analisis menunjukkan bahwa taktik ini tidak hanya berhasil menenggelamkan dan merusak beberapa kapal perang penting Rusia, tetapi juga memaksa Moskow untuk mengubah posisi dan strategi maritimnya, yang pada akhirnya melonggarkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Ukraina. Jurnal ini berargumen bahwa konflik ini menandai perubahan signifikan dalam doktrin perang di wilayah maritim, di mana platform teknologi yang lebih murah dan otonom dapat menetralkan aset militer konvensional yang mahal. Temuan ini memberikan pengetahuan penting bagi negara negara di dunia termasuk Indonesia dalam merumuskan strategi pertahanan maritim di masa akan datang.
Copyrights © 2025