Peningkatan kebutuhan infrastruktur mendorong tingginya penggunaan bahan konstruksi seperti semen dan pasir, yang pada akhirnya menimbulkan tekanan terhadap sumber daya alam. Sebaliknya, operasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) memproduksi limbah fly ash (FA) dan bottom ash (BA) dalam volume besar yang dapat mencemari lingkungan jika tidak diolah dan dimanfaatkan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memaksimalkan penggunaan FA dan BA sebagai pengganti semen dan pasir dalam produksi paving block berkelanjutan sesuai SNI 03-0691-1996. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan sembilan variasi campuran, di mana FA digunakan maksimal 45% sebagai substitusi semen dan BA hingga 45% sebagai substitusi pasir. Hasil menunjukkan bahwa paving block normal memiliki kuat tekan maksimum 21 MPa dan penyerapan air 5,21% (mutu B). Substitusi FA 15% tanpa BA menghasilkan kuat tekan 19,99 MPa dengan penyerapan 5,88% (mutu C). Kinerja yang menurun pada kadar FABA tinggi disebabkan oleh meningkatnya porositas dan reaksi pozzolanik yang tidak sempurna, sejalan dengan hasil penelitian Babalu, R., dkk (2023) yang menunjukkan penurunan kekuatan pada kadar abu terbang di atas 30%. Variasi campuran hingga 35% FABA pada paving block masih dapat dimanfaatkan, meskipun hanya memenuhi standar mutu D, sehingga mendukung pengelolaan limbah yang ramah lingkungan sekaligus mengurangi eksplorasi sumber daya alam.
Copyrights © 2025