Penelitian bertujuan untuk mengeksplorasi peran mediasi emosi dalam framing berita terhadap opini publik mengenai kebijakan kenaikan tarif Kereta Rel Listrik (KRL) di wilayah Jakarta. Melalui pendekatan kuantitatif dan desain eksperimen, penelitian ini menggunakan framing berita positif dan negatif untuk mengukur pengaruh variabel mediasi emosi positif (antusiasme, bangga) dan emosi negatif (takut, marah) serta dampaknya terhadap opini publik. Analisis dilakukan menggunakan metode PROCESS untuk mengevaluasi hubungan langsung dan tidak langsung antara variabel framing, emosi, dan opini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa framing berita positif maupun negatif tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap emosi atau opini publik. Efek tidak langsung melalui emosi sebagai mediator juga tidak signifikan meskipun terdapat kecenderungan hubungan pada beberapa variabel. Temuan ini dapat diketahui bahwa pengaruh framing berita terhadap opini publik tidak selalu langsung atau konsisten, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti konteks sosial, relevansi personal, dan keterlibatan individu dalam isu yang diberitakan.
Copyrights © 2025