Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh rasio C/N, konsentrasi senyawa organik mudah ?menguap (VOC), dan perbandingan starter kotoran sapi terhadap efektivitas produksi biogas dari limbah ?organik domestik. Proses produksi biogas dilakukan dengan metode fermentasi anaerob menggunakan digester ?berkapasitas 15 liter. Tiga parameter utama diuji, yaitu variasi rasio C/N (15, 20, dan 25), variasi konsentrasi ?air (sebagai pengencer VOC) dengan raiso (1:0,5; 1:2, dan 1:2,5), dan perbandingan jumlah starter kotoran ?sapi terhadap limbah organik (1:0,5; 1:2; dan 1:3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio C/N yang lebih ?tinggi meningkatkan produksi biogas dan kadar metana (CH?), dengan hasil terbaik pada rasio C/N 25 yaitu ?tekanan 59,7 kPa dan kadar CH? sebesar 69%. Konsentrasi VOC memengaruhi kestabilan fermentasi, di mana ?terlalu banyak air mengurangi tekanan dan kandungan metana. Rasio starter yang lebih kecil terhadap limbah ?organik (1:0,5) justru menghasilkan tekanan dan kadar CH? lebih tinggi dibandingkan rasio starter yang lebih ?besar. Kesimpulannya, kombinasi rasio C/N yang tepat, konsentrasi bahan yang seimbang, dan penggunaan ?starter yang proporsional sangat memengaruhi efektivitas produksi biogas dari limbah organik domestik.?
Copyrights © 2025